SHARE

Seperti yang kamu tahu, gula merupakan pemanis alami yang paling sering digunakan alam industri kuliner. Tak hanya mempermanis rasa masakan atau minuman, gula juga bisa membuat kuliner jadi terasa lebih sedap tanpa penyedap buatan. Indonesia termasuk salah satu negara yang paling sering menggunakan gula karena sebagian besar masyarakatnya menyukai rasa manis. Jadi wajar saja jika penggunaan gula di Indonesia bisa kamu jumpai hampir di semua jenis masakan tradisional. Begitu banyak jenis gula yang ada di Indonesia, mulai dari gula pasir, gula halus, gula merah, gula aren, hingga gula palem. Dari banyaknya jenis gula tersebut, ada tiga yang sering salah dikenali karena tampilan warnanya hampir serupa, yakni gula aren, gula palem, dan gula Jawa. Padahal ketiga ini memiliki tekstur serta citarasa yang berbeda. Ingin tahu di mana letak perbedaannya? Mari lihat!

Gula Palem

Loading...

Gula palem biasa disebut dengan nama gula semut. Ada juga yang menyebutnya gula pasir cokelat karena teksturnya yang mirip dengan gula pasir, hanya saja lebih halus dengan warna yang kecoklatan. Gula palem ini terbuat dari nira atau sari batang tumbuhan palem sehingga dinamakan gula palem. Aromanya sangat wangi dan khas sehingga lebih sering digunakan dalam campuran makanan manis seperti kue tradisional hingga kue modern atau kekinian.

Gula Jawa

Meski sama-sama berwarna cokelat, tapi dari segi tampilannya gula palem dan gula Jawa pastinya berbeda jauh. Gula palem lebih banyak dijual dalam bentuk bubuk kemasan, sedangkan gula Jawa dijual dalam bentuk silinder kecil yang padat. Gula Jawa terbuat dari sari pohon kelapa atau getah palma. Gula jawa juga disebut dengan gula merah karena warnanya yang lebih pekat cenderung merah tua. Gula ini sering kamu jumpai pada jajanan tradisional Indonesia sebagai isian atau filling pemanis dalam kue putu bambu, getuk, gemblong, dan lain sebagainya.

Gula Aren

Banyak yang keliru mengenali gula aren dengan gula Jawa. Gula aren terbuat dari nira pohon enau yang diolah secara tradisional dan dicetak dengan batok kelapa. Tapi ada juga yang bentuknya silinder seperti gula Jawa. Kamu hanya perlu membedakan dari segi warnanya saja karena gula aren memiliki warna yang lebih cerah dan kekuningan dengan tekstur yang lebih empuk dibanding gula Jawa. Gula aren lebih banyak digunakan untuk kuliner berkuah seperti wedang ronde, kolak, cendol, serta minuman tradisional lainnya. Citarasa gula aren tergolong lebih manis dan ketika dicairkan, teksturnya lebih legit.

Sumber: Pergikuliner

Loading...