SHARE

Brokoli adalah salah satu jenis tanaman yang sudah sangat sering kita dengar. Warnanya yang hijau dan bentuknya yang khas membuat kita cepat mengenali jenis tanaman ini. Tanaman ini terbilang belum lama populer di Indonesia. Walaupun telah dibudidayakan sejak masa kuno Yunani, namun tanaman ini baru masuk ke Indonesia pada sekitar tahun 1970.

Penelitian untuk tanaman ini sudah sangat lama dilakukan. Banyak ahli gizi yang menyatakan bahwa tanaman ini mengandung banyak nutrisi dan sangat baik untuk pertumbuhan anak. Melalui hasil penelitian juga tanaman brokoli sangat baik untuk kesehatan mata, menurunkan kolesterol, mendukung program diet, mencegah dan mengobati penyakit jantung, merawan kesehatan kulit, merawat kesehatan pencernaan, dan bermanfaat untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi.

Loading...

Brokoli Untuk Mencegah Kanker

Ternyata sayuran yang biasa disajikan dengan cara direbus atau dikukus ini sangat baik untuk penderita kanker. Beberapa jenis kanker yang dapat dicegah dengan mengonsumsi tanaman ini diantaranya adalah kanker kelenjar getah bening, kanker darah, kanker otak, kanker serviks, dan lain sebagainya.

Brokoli sendiri mengandung kekayaan akan kandungan vitamin dan mineral –termasuk vitamin A, C, E dan K, asam folat, zat besi, magnesium, serat serta antioksidan.

Tapi Apakah Benar Brokoli Tidak Boleh Terlalu Banyak Dikonsumsi Bagi Penderita Gangguan Ginjal?

Benar!

1. Orang yang mengalami gangguan ginjal pada dasarnya ginjal mereka tidak mampu lagi bekerja secara normal untuk menyaring zat-zat dalam darah. Oleh sebab itu penting untuk membatasi cairan, protein garam, kalium, fosfor, dan elektrolit lainnya

2. Brokoli kaya akan kalium. Tingkat kalium yang normal akan membantu menjaga jantung berdetak dengan normal, sedangkan tingkat kalium tinggi pada tubuh akan menyebabkan penumpukan sehingga ginjal tidak akan berfungsi dengan baik

Mengapa Brokoli Tidak Boleh Direbus?

Dalam keadaan mentah, brokoli mengandung enzim myrosinase. Enzim ini dapat membentuk sulforaphane, yang merupakan senyawa untuk mencegah perkembangan dan membunuh sel pre-kanker.

Senyawa tersebut juga dapat melawan bakteri Helicobacter Pylori, yang merupakan bakteri penyebab tukak dan kanker lambung. Sayangnya, manfaat menakjubkan tersebut akan hilang jika brokoli dimasak secara tidak tepat. Ini karena enzim myrosinase sensitif terhadap panas, sehingga bisa rusak ketika dimasak.

Peneliti membandingkan cara memasak untuk sayuran jenis ini. Hasilnya mengejutkan. Merebus brokoli selama 9-16 menit dapat menghilangkan hingga 70% nutrisi di dalamnya. Menumis dapat menghilangkan kandungan vitamin C-nya

Sedangkan saat dikukus, nutrisi yang ada di dalamnya dapat tetap terjaga. Dalam hal ini, brokol tidak dikukus lebih dari 7 menit. Waktu yang disarankan adalah selama 3 setengah menit. Cara seperti ini hanya menyebabkan sedikit antioksidan yang hilang (0-11%). Sekarang Anda sudah tahu mengapa brokoli sebaiknya tidak direbus, bukan?

Jika Anda sangat tidak ingin kehilangan satu nutrisi pun, konsumsilah sayuran tersebut dalam keadaan mentah. Namun sebelum itu, pastikan brokoli sudah dicuci hingga benar-benar bersih, ya!

Sumber: Healthy

Loading...