SHARE

Daging pisang sangat lembut, manis dan lezat. Tidak heran banyak orang yang suka memakannnya. Tapi apakah kalian pernah merasakan hal seperti ini, ketika di pasar beli pisang yang bagus, begitu sampai di rumah dan memakan pisang itu, rasanya ternyata seperti kurang matang, jadi tidak habis. Nah, sebenarnya kenapa hal ini bisa terjadi?

Sebenarnya, karena pisang macam ini ditambahkan bahan agar terlihat matang (seperti sulfur dioksida) pada lapisan luarnya. Meski mereka mungkin menggunakan bahan yang legal dan memenuhi standar, tapi jika penggunaan terlalu berlebihan, maka membuat kulit pisang terlihat semakin kuning. Yah, meski dari luar terlihat sudah matang dan bisa dimakan, tapi ternyata pada bagian dagingnya sebenarnya belum matang, sehingga rasanya pun menjadi kurang enak. Selain itu, jika terlalu sering memakan pisang yang seperti ini, maka bisa membahayakan kesehatan tubuh.

Loading...

Jika kamu ingin membeli pisang yang baik, sebaiknya perhatikan 3 hal ini:

1. Bau

Pada umumnya, pisang yang alami yang matang tidak memiliki bau yang khusus. Jika ketika dibau, ada bau menyegat dan keras, maka pasti pisang tersebut sudah ditambah dengan sulfur dioksida. Sebelum membelinya, sebaiknya ciumlah baunya terlebih dahulu. Selain itu, lebih baik membeli pisang yang sudah ada sertifikatnya.

2. Sentuhan

Pada umumnya, pisang alami yang matang, lapisan larnya berwarna kuning dengan bagian dalamnya tidak keras. Selain itu, kematangannya merata. Jika pisang sudah ditambah dengan bahan kimia, meski luarnya terlihat sudah matang, tapi ketika ditekan, pisang masih terasa keras. Pisang seperti ini sebaiknya jangan dibeli.

3. Lihat bentuknya

Pada umumnya, pisang alami yang matang, permukaan pisang akan memiliki titik-titik hitam. Sedangkan jika pisang sudah ditambah dengan bahan kimia, maka pada bagian permukaan tidak ada titik-titik. Oleh karena itu, membeli pisang dengan permukaan yang ada titik-titiknya akan lebih aman.

Nah, bagi kamu yang suka makan pisang, yuk lebih berhati-hati ketika membelinya.

Jangan lupa share artikel ini ke teman-temanmu ya!

Sumber : Cerpen

Loading...