Ini dia 4 Perbedaan Tepung Roti dan Tepung Panir untuk Kamu Ketahui

Posted on

Tepung roti atau tepung panir sering digunakan orang untuk melapisi bahan yang digoreng agar menjadi renyah. Kedua roti ini diketahui menggunakan roti sebagai bahan dasarnya tetapi sebenarnya penampilan dan rasa keduanya berbeda. Apakah kamu termasuk yang sering menyamakan tepung roti dan tepung panir? Kalau begitu kenali perbedaan tepung roti dan tepung panir pada artikel berikut ini.

Perbedaan Tepung Panir dan Tepung Roti

Mengingat kedua jenis tepung ini terlihat mirip, banyak orang yang masih kesulitan membedakan antara keduanya. Oleh karena itu, simak beberapa perbedaan antara tepung roti dan tepung panir seperti yang akan kami ulas ini:

Loading...

Bahan Pembuat

Bahan dasar pembuatannya merupakan salah satu perbedaan tepung roti dan tepung panir. Mungkin kamu bertanya-tanya, mengapa bahannya beda, bukannya kedua-duanya terbuat dari roti? Ternyata meskipun bisa walaupun sama-sama terbuat dari roti, tapi beda di bagian roti yang digunakan.

Bagian tengah roti yang masih segar merupakan bahan yang digunakan untuk pembuatan tepung roti. Pembuatannya yaitu dengan cara mengeringkan bagian tersebut sampai kering kemudian dihancurkan kasar.

Sementara itu tepung panir bahan yang digunakannya adalah bagian pinggiran roti yang warnanya kecokelatan. Caranya dikeringkan terlebih dulu, baru kemudian dihancurkan.

BACA JUGA : Perbedaan Tepung Sagu dan Tepung Tapioka

Warna

Karena bagian roti yang digunakan untuk pembuatan tepung roti dan tepung panir berbeda, yaitu bagian dalam roti untuk tepung roti dan bagian kulit roti untuk tepung panir, maka warna kedua tepung ini pun pasti berbeda.

Tepung roti memiliki warna putih sedangkan tepung panir memiliki warna yang cenderung cokelat orange kekuningan. Sesudah digoreng, dibandingkan tepung roti, warna tepung panir memang jauh lebih menarik dan berwarna.

Tekstur dan Bentuk

Ternyata walaupun warnanya lebih menarik tepung panir, tapi yang lebih banyak disukai adalah tepung roti jika dibandingkan dengan tepung panir. Alasannya karena tepung roti mempunyai tekstur yang kasar serta bentuk yang lebih besar dan panjang.

Bentuk dan tekstur ini mirip dengan sobekan roti dalam ukuran kecil. Jadi ketika digoreng membuat teksturnya lebih garing. Sementara itu tepung panir memiliki tekstur yang jauh lebih halus serta bentuk yang lebih kecil. Ketika digoreng, tepung ini akan menjadi garing tapi tidak akan serenyah tepung roti.

Penggunaan dalam Makanan

Perbedaan tepung roti dan tepung panir akan langsung bisa diketahui saat dibandingkan dari segi penggunaan dalam makanan. Tepung roti lebih banyak dipakai untuk makanan dengan tekstur yang lebih padat seperti daging, seafood, atau ayam karena punya tekstur yang lebih kasar dan ukuran lebih besar.

Sementara tepung panir lebih sering dipakai untuk melapisi makanan dengan tekstur yang lunak seperti risoles, kroket, serta nugget. Karena memiliki ukuran yang lebih kecil dan tekstur yang lebih lembut tepung ini bisa dengan mudah menempel pada makanan tersebut.

Jenis-Jenis Tepung Roti

Beberapa jenis tepung roti memiliki tekstur dan warna yang berbeda. Oleh karena itu kegunaannya pun berbeda. Kamu bisa dengan mudah menemukan tepung roti di pasaran. Namun kalau mau membuat sendiri juga lebih mudah karena dibuat dari roti tawar.

BACA JUGA : Perbedaan Tepung Terigu Protein Rendah, Sedang dan Tinggi

Tepung Roti Putih Basah

Jenis tepung roti ini umumnya digunakan sebagai campuran daging gulung atau isian ayam, serta mengentalkan adonan cake, puding atau saus dengan rasa yang manis. Proses pembuatannya yaitu dengan menyobek-nyobek roti tawar lalu dikeringkan. Sesudah dihaluskan segara gunakan atau olah.

Tepung Roti Putih Kering

Biasanya jenis tepung ini digunakan untuk membalut ayam, ikan, sayuran, atau daging sebelum digoreng. Berbeda dari tepung roti putih basah yang digunakan sesudah matang, jenis tepung justru digunakan sebelumnya.

Cara pembuatannya yaitu dengan menjemur roti tawar yang sudah tak mempunyai kulit itu secara langsung di bawah sinar matahari. Selain itu, kamu bisa memakai oven dengan suhu 120 derajat sampai kering, tapi tak boleh sampai jadi gosong atau berubah jadi kecokelatan.

Tepung roti ini lebih tahan lama. Setelah proses pembuatannya, jika ditempatkan dalam wadah yang kedap udara bisa tahan sampai satu bulan.

Tepung Roti Cokelat Kering

Biasanya tepung roti jenis ini dipakai sebagai taburan untuk masakan yang digoreng atau dipanggang, seperti kroket atau risoles. Pembuatannya mirip dengan tepung panir putih kering, yaitu dijemur secara langsung di bawah sinar matahari. Bisa juga dipanaskan dalam oven dengan suhu di atas 120 derajat.

Panggang sampai roti berubah warna menjadi kecokelatan. Sesudahnya barulah dihaluskan dan tepung sudah siap untuk digunakan.

Tepung Panko

Tepung ini sebenarnya tak jauh beda dengan tepung roti biasa. Namun tekstur tepung ini lebih kasar dan butirannya lebih besar dibanding umumnya tepung roti yang dijual di pasaran. Nama tepung ini adalah tepung panko tapi disebut juga sebagai tepung jepang.

Mengapa disebut tepung jepang? Itu karena tepung ini kerap kali digunakan dalam pembuatan atau untuk membalur beragam jenis makanan Jepang, seperti tempura dan katsu.

Tips Menggoreng dengan Tepung Roti atau Tepung Panir

Baik tepung roti maupun tepung panir, keduanya merupakan tepung yang berbahan roti yang kemudian dijadikan remah-remah dan akhirnya menjadi tepung roti dan panir. Untuk menggunakan kedua tepung ini agar menempel dengan baik saat digoreng diperlukan cara tertentu, yaitu seperti berikut.

Lapisi dengan Kocokan Telur

Sebelum bahan yang akan digoreng digulung dengan tepung roti atau tepung panir, akan lebih baik jika sebelumnya bahan tersebut dicelupkan ke dalam kocokan telur. Sesudah dicelup, barulah lumuri bahan dengan salah satu tepung tersebut sambil ditekan-tekan agar kuat menempel saat digoreng.

Lapisi dengan Adonan Tepung Cair

Alternatif lain jika bahan tidak dicelupkan ke dalam telur yang dikocok adalah dengan mencelupkan bahan yang akan digoreng ke dalam adonan tepung cair. Kemudian balurlah bahan tersebut dengan salah satu tepung tersebut sampai rata dan jangan lupa ditekan-tekan agar menempel.

Simpan dalam Lemari Pendingin Supaya Padat

Sesudah dilumuri dengan tepung roti atau tepung panir atau mungkin kedua tepung tersebut, simpan bahan yang akan digoreng dalam wadah kemudian masukan ke dalam freezer. Tujuannya agar tepung bisa menempel dengan baik pada bahan yang akan digoreng.

Tempatkan bahan tadi dalam wadah yang kedap udara juga kering. Simpan dalam freezer sedikitnya 30 menit. Cara menyimpan makanan seperti ini juga bisa digunakan untuk membuat bahan gorengan menjadi frozen food. Namun ingat untuk mengkonsumsi bahan tersebut sebelum seminggu.

Gunakan Metode Deep-Fry Atau Menggoreng Dengan Minyak Banyak

Tak beda dari cara menggoreng pada umumnya, untuk bahan yang menggunakan tepung roti atau tepung panir perlu digoreng dengan menggunakan banyak minyak atau disebut juga deep-fry. Teknik menggoreng seperti ini akan membantu bahan gorengan cepat matang dan tepung tak banyak lepas.

Caranya yaitu dengan menuangkan banyak minyak ke dalam wajan penggorengan dan gunakan api sedang. Setelah minyak panas, kecilkan api. Masukan bahan yang akan digoreng dan pastikan terendam di dalam minyak.

Jangan Menggoreng dengan Api Besar

Hindari untuk menggoreng bahan yang dibalut tepung dengan menggunakan api yang besar. Hal ini bisa membuat bahan matang di luar tetapi mentah di bagian dalamnya. Sebaiknya goreng bahan dengan panas yang sedang tidak terlalu panas karena kedua tepung itu mudah gosong.

Jangan Sering Dibolak-Balik

Cara lainnya agar tepung tidak mudah rontok adalah dengan tidak terlalu sering membolak-balik makanan yang digoreng. Tidak perlu khawatir mengenai kematangan makanan karena jika menggunakan metode deep-fry, makanan akan matang secara menyeluruh.

Kalau makanan sudah berwarna keemasan di satu sisinya, baru balikan makanan yang digoreng tersebut supaya matangnya merata. Dengan kulit keemasan atau kecokelatan, pastinya tepung roti atau tepung panir akan dengan sempurna merekat pada gorengan.

Jadi meskipun kedua tepung ini terbuat dari roti, perbedaan tepung roti dan tepung panir masih bisa kamu ketahui dari tekstur, bentuk atau juga warna. Kamu pastinya tidak akan salah lagi saat memilih antara tepung panir dan tepung roti, kan?

Leave a Reply