Inilah 4 Perbedaan Gula Jawa dan Gula Aren ini Kadang Mengecohmu. Penjual di Pasar Belum Tentu Tahu

Posted on

Selain gula pasir atau gula tebu, familier juga jenis gula yang kerap disebut gula jawa — ada juga yang menyebutnya gula merah. Gula jawa atau gula merah ini banyak dijual di pasaran. Kalau kamu perhatikan, ada jenis gula yang bentuk dan warnanya mirip dengan gula jawa atau gula merah, kadang dijual terpisah dan harganya lebih mahal. Namanya gula aren atau gula nira. Hmm…

Jadi, ada dua jenis gula yang sering disama-samakan padahal aslinya berbeda: gula jawa/gula merah dan gula aren/gula nira. Kamu yang sering di dapur, harus banget tahu perbedaan keduanya. Simak!

Loading...

Gula jawa dan gula aren dibuat dari bahan yang berbeda yang juga memengaruhi rasanya

Baik gula jawa maupun gula aren, keduanya sama-sama terbuat dari nira atau legen, yakni cairan manis yang keluar dari tandan bunga. Kalau gula jawa berasal dari nira pohon kelapa, sedangkan gula aren terbuat dari nira pohon aren atau enau. Nira yang telah disadap ini dimasak hingga mengental, lalu dituang dalam cetakan dan didinginkan. Gula jawa asli maupun gula aren asli, disebut asli jika dibuat 100% dari bahan-bahan alami ini.

Bentuk dan warnanya pun berbeda karena masing-masing menggunakan bahan yang berbeda pula

Gula jawa banyak dijual dalam bentuk silinder kecil yang padat. Kalau gula aren kemasannya biasa dicetak dengan batok kelapa. Tekstur gula jawa lebih keras, nggak seperti gula aren yang getas, lebih mudah dihancurkan, dan terdapat butiran-butiran menyerupai kristal di dalamnya.

Warna cokelat gula jawa lebih kemerahan (makanya disebut gula merah), beberapa ada yang cokelat muda. Sementara gula aren, warna cokelatnya lebih pekat dan gelap. Warna adalah ciri yang paling gampang dan kasat mata untuk membedakan gula jawa dan gula aren.

Soal rasa, antara gula jawa dan gula aren hampir nggak ada bedanya. Tapi bisa juga diidentifikasi dari aromanya

Meski nyaris sama, gula aren terasa lebih legit dibandingkan gula jawa. Aroma dari gula aren pun terasa lebih kuat. Kesimpulannya, gula aren memiliki rasa dan aroma yang lebih spesial dan unik dibandingkan gula jawa. Aroma nira yang kuat jadi ciri khas gula aren.

Gula jawa lebih sering digunakan ketimbang gula aren, penggunaan gula aren lebih kepada makanan-makanan tertentu saja

Karena aroma dan rasanya yang nggak terlalu kuat, gula jawa lebih sering digunakan saat memasak karena nggak akan mengalahkan aroma asli dari bahan makanan utama. Contoh makanan yang sering menggunakan gula jawa seperti klepon, bumbu rujak, atau semur.

Sedang gula aren lebih sering digunakan dalam campuran minuman karena warnanya yang lebih pekat dan tampak cantik saat berpadu dengan air kelapa, santan, dan minuman segar lainnya. Misalnya es cendol, es cincau, wedang ronde, atau kolak.

Selain gula jawa dan gula aren yang asli, ada juga gula merah dan gula aren yang sudah dicampur dengan gula tebu. Beberapa ciri-cirinya adalah warnanya yang cenderung gelap dan mengilap, teksturnya keras, rasa manis yang terlalu dan agak pahit, dan lebih encer ketika dicairkan.

Semoga penjelasan di atas membantumu untuk lebih jeli membedakan antara gula jawa dan gula aren, ya! Tentunya dengan yang sudah ada campurannya juga.

Leave a Reply